Kota Magelang Mulai Kondusif : Pusat Kuliner Kembali Dibuka, Tapi Tidak Sediakan Meja dan Kursi

  • Whatsapp

MagelangNews.com Terkini – Alun – alun magelang siapa yang tidak tahu, apalagi dengan pusat kuliner yang tersedia. Namun sejak 1 April lalu Kota Magelang menutup sementara sebagai bentuk pencegahan covid-19.

Kabar baiknya mulai kemarin Pemerintah Kota Magelang mengijinkan untuk berjualan kembali,namun pedagang tidak boleh menyediakan meja dan kursi / tempat duduk dengan tujuan pembeli tidak nongkrong atau berkerumun.

Muat Lebih

Sigit Widyonindito selaku  Walikota Magelang menyatakan, tujuan dibukanya kembali pusat kuliner dimagelang merupakan upaya pemerintah dalam rangka penguatan ekonomi rakyat di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

“Pedagang Kaki Lima (PKL) boleh berjualan tapi tidak usah pakai kursi. Jadi nanti melayani pembeli, kemudian langsung pulang. Ini dalam rangka penguatan ekonomi rakyat, mulai pengamanan sosial dilakukan maka berjualan izinkan,” ungkap Sigit, sebelum kegiatan penyemprotan disinfektan massal, di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (5/4/2020).

Jajarannya yang di lapangan juga diminta agar tidak segan-segan membubarkan warga yang terlihat berkerumun. Ini tidak lain agar pendemi Covid-19 segera berakhir dan aktivitas berjalan normal kembali.

“Kita semua yang bergerak di lapangan, tidak boleh diam. Jika masih ada yang berkerumum harus dibubarkan,” perintah Sigit.

Ia juga mengingatkan untuk tidak lelah mengedukasi masyarakat tentang kebersihan, cuci tangan dengan baik serta disiplin menerapkan social maupun physical distancing. Apalagi Kota Magelang saat ini cenderung kondusif.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menambahkan, ketentuan tersebut juga telah tercantum dalam surat edaran nomor 511.4/574/250 tanggal 5 April 2020. Surat ini berisikan tentang kewajiban pedagang makanan di seluruh Kota Magelang untuk melakukan pelayanan pembelian dengan cara membeli untuk dibawa pulang (take away).

“Selain itu, pedagang juga tidak diperbolehkan menyediakan kursi. Kebijakan ini berlaku dalam mencegah penyebaran covid-19,” ungkap Catur.

 

Pos terkait